Friday, June 02, 2006


Ulang Pilkada Gubernur Papua di Distrik Kurima

MAHKAMAH Agung (MA) harus bijak dan hati-hati dalam menyelesaikan gugatan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Papua. Siapa pun pasangan calon gubernur yang dimenangkan MA akan menimbulkan masalah baru. Akan lebih bijak dan tidak berisiko, jika MA memutuskan mengulang pilkada, khusus di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo.

Hal itu disampaikan anggota DPR asal Papua dari daerah pemilihan Yahukimo Inya Bay kepada Pembaruan melalui telepon selulernya, Minggu (21/5) menjelang putusan MA soal Pilkada Papua. MA dijadwalkan memutuskan gugatan Pilkada Papua yang diajukan calon Gubernur Papua, Lukas Enembe terhadap Barnabas Suebu, Selasa (23/5).

Alasan Inya karena dalam fakta persidangan, saksi yang ditampilkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua menyatakan, benar telah terjadi kesalahan perhitungan suara di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Kesaksian itu dikuatkan dengan saksi yang diajukan Lukas Enembe dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Yahukimo maupun Panwaslu Provinsi Papua.

Menurut anggota Komisi XI dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) itu, jika MA memenangkan satu pihak dalam gugatan tersebut, sangat berisiko terjadi aksi protes di mana-mana dan rawan konflik horizontal sesama rakyat Papua. "Jadi alangkah bijak dan aman, kalau MA memutuskan mengulang Pilkada, khusus di satu distrik yang bermasalah, yakni Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo,'' ujarnya.

Pilkada ulang jauh lebih aman dibanding perhitungan suara ulang di Distrik Kurima. Sebab, memutuskan hitung ulang ini akan jadi persoalan baru yang akan rumit karena surat suara sah itu sudah tercecer ke mana-mana. [M-15]

Sumber : Suara Pembaruan, Selasa, 23 Mei 2006
Sumber Gambar : Rakyat Merdeka

0 Comments:

Post a Comment

<< Home